Pulau Tinabo merupakan nama salah satu lokasi obyek wisata
bahari andalan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan yang secara
administratif terletak di dalam kawasan Taman Laut Nasional Takabonerate.
Pantai pasir putih
Tinabo sekaligu adalah icond pariwisata
kebanggaan Provinsi Sulawesi-Selatan yang dikenal memiliki karang atoll
terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein, dan Suvadiva di Kepulauan Marshall.
Lokasi obyek wisata
bahari ini dibangun atas prakarsa dan kerjasama sinergis Pemerintah Kabupaten
Kepulauan Selayar dengan Balai Taman Nasional Takabonerate dengan dukungan
keersediaan sarana prasarana pelabuhan kayu berukuran panjang 250 meter, serta enam
unit bangunan gazebo rintisan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten
Kepulauan Selayar, lengkap bersama empat unit perahu dayung yang lazim disebut
dengan istilah perahu kanu.
Selain itu, terdapat
pula empat unit armada kapal pengawas
kawasan yang terdiri dari dua unit kapal spead boad dan dua unit perahu jollor.
Sebagai pelengkap, kawasan obyek wisata bahari Tinabo Island turut didukung
oleh dua unit bangunan pos jaga, berikut sarana wisma, dive centre, gudang alat
selam, warung makan, plus dapur umum, lengkap dengan sarana pendukung dasar,
berupa dua puluh buah bak penampungan air bersih tertutup dari bahan baku fiber
dan staenlis.
Selebihnya, sembilan
bak tebuka yang terdiri dari fiber, ember plastik berukuran besar, dan bak pemanen
dimanfaatkan sebagai bak tadah air hujan untuk memenuhi kebutuhan air bersih
para pengelolah kawasan, para tamu
wisatawan, baik lokal, maupun wisatawan Mancanegara.
Untuk menjamin
lancarnya penyaluran air bersih, sejumlah instalasi pipa paralon, dan mesin
pompa air disiapkan secara khusus pihak pengelolah kawasan. Mesin pompa air
diletakkan di pekarangan bagian belakang bangunan pos jaga baru milik Balai Taman Laut
Nasional Takabonerate yang terlindung oleh bangunan mini rumah mesin.
Disisi lain, untuk
menampung ketersediaan bahan bakar solar dan bensin, pihak Balai Taman Nasional
Takabonerate tidak luput menyediakan tujuh belas buah drum plastik warna biru
dan sejumlah jerigen penampungan BBM ukuran tiga puluh hingga tiga puluh lima
liter yang diletakkan tidak berjauhan dengan gudang mesin genzet.
Langkah cepat dan tepat
dilakukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata yang dengan cerdas menyiapkan
dua unit pembangkit listrik tenaga surya untuk mengantisipasi kemungkinan
akan terjadinya trouble pada mesin listrik,
terutama dalam kondisi emergency.
Dalam perkembangannya,
penataan kawasan wisata bahari Pulau Tinabo terus dipermak melalui penyiapan
sarana prasarana penunjang dasar untuk menjamin kenyamanan para tamu dan pengunjung
dengan berhasil dirampungkannya pembangunan
fasilitas, berupa tujuh unit MCK umum dan dua buah sumur galian yang telah
dipermanenkan.
Fasilitas penunjang
lain, berupa ketersediaan dua unit antena parabola serta ayunan, tak luput mewarnai
langkah penataan kawasan Tinabo sebagai daerah tujuan wisata terpadu di belahan
Provinsi Sulawesi-Selatan.
Di Pulau Tinabo, pengunjung
tak hanya dapat melakukan kegiatan snorkeling, diving, ataupun berjemur. Lebih jauh,
pengunjung juga sangat dimungkinkan untuk melihat dari dekat proses penangkaran
dan pengembang biakan tukik atau penyu. Sebelum akhirnya, penyu-penyu tersebut akan
dilepas ke laut bebas untuk meneruskan keberlanjutan hidupnya di habitat yang
baru.
Di tempat terpisah,
pengunjung dapat secara langsung menyaksikan Demplot Persemaian Resort Tinabo
yang dirintis oleh Kementrian Kehutanan Balai Taman Laut Nasional Takabonerate.
Lokasi persemaian ini sendiri telah dirintis sejak dari tahun 2012 silam,
hingga sekarang. (fadly syarif)
Posting Komentar